Jumat, 09 Mei 2008

Pemanfaatan SOA (A Service-Oriented Architecture)

A Service-Oriented Architecture (SOA) is a style of design that guides all aspects of creating and using business service throughout their lifecycle (from conception to retirement), as well as defining and provisioning the IT infrastructure that allows different applications to exchange data and participate in business processes regardless of the operating systems or programming languages underlying those applications.

Pendahuluan

Dewasa ini dunia bisnis berkembang dengan sangat pesat. Banyak perusahaan baru muncul dan tenggelam dalam waktu yang singkat. Semua ini merupakan tantangan dan menimbulkan pertanyaan. Bagaimana dunia bisnis yang kita geluti bisa tetap bertahan? Mengapa ada perusahaan yang begitu adidaya tetap menjadi unggul walaupun diserang oleh berbagai kompetitornya? Mengapa pula ada perusahaan yang memiliki visi dan sumber daya bagus tetapi tidak dapat bertahan lama? Kuncinya adalah servis. Semua perusahaan (komersil maupun pemerintah) pada dasarnya memberikan servis kepada konsumen. Satu hal yang sering dilupakan adalah bahwa customer tidak peduli dengan teknologi, tetapi peduli pada servis dan pengiriman yang efektif. Mungkin saja, dengan teknologi yang mutakhir konsumen akan tertarik dengan produk yang ditawarkan. Kendalanya adalah, dalam dunia yang mana informasi dapat dengan mudah diperoleh, masalah teknologi menjadi sesuatu yang tidak bisa menjadi andalan satu-satunya. Cepat atau lambat kompetitor kita akan menguasai teknologi itu atau bahkan melebihinya. Satu-satunya yang membuat customer tetap setia adalah pelayanan yang memuaskan.
Untuk dapat bertahan dalam iklim yang serba cepat ini, perusahaan memerlukan flexibilitas dan efisiensi yang tinggi. Flexibel terhadap perubahan dalam bisnis akan membuat perusahaan mudah beradaptasi terhadap perubahan. Efisiensi dalam memanfaatkan resource yang ada akan memaksimalkan aset dan menambah keuntungan tersendiri.

Apakah SOA itu ???
Semua perusahaan dan organisasi pemerintah pada dasarnya memberikan servis, contohnya:
•Bank: tabungan, kartu kredit, box penyimpanan, pinjaman.
•Asuransi: asuransi mobil, rumah, kesehatan, kecelakaan.
•Kepolisian: penegakan hukum, pendidikan masyarakat.
Servis dapat berupa:
- Lewat manusia, contohnya teller pada bank.
- Self-service, contohnya mesin ATM.
- Antar sistem, contohnya transaksi antar bank.
Dari definisi di atas, maka sebuah servis yang diciptakan dengan prinsip SOA dan didukung oleh sistem TI harus mendukung secara langsung servis yang diberikan perusahaan kepada customer, client, partner, masyarakat dan organisasi lain.
Awal tahun 2000-an, ketika teknologi Web Services mulai diperkenalkan, perkembangan SOA sebagai metode pengembangan infrastruktur TI mulai berkembang. Ini dimungkinkan karena Web Services merupakan teknologi yang mampu memfasilitasi pengiriman pesan antarlayanan tanpa terikat platform tertentu.
Spesifikasi awal SOA ini disebut Simple Object Access Protocol (SOAP). Pencetusnya adalah Microsoft, dengan nama produknya BizTalk. Spesifikasi SOAP sekarang dikelola oleh W3C, badan yang mengembangkan HTML dan HTTP. W3C merupakan lembaga yang bertanggung jawab terhadap teknologi yang mendukung Internet.
Ke depan, diprediksi, SOA akan menjadi standar teknologi baru dan siap mengganti teknologi yang ada sebelumnya. Lembaga riset Gartner memproyeksikan, pada 2010 SOA digunakan di lebih dari 80% aplikasi operasional baru yang penting dan juga dalam proses bisnis. Sementara itu, IDC memperkirakan pada 2010, belanja perusahaan untuk mengadopsi SOA ini akan mencapai US$ 33,8 miliar.
Pada dasarnya, SOA adalah arsitektur teknologi informasi yang menitikberatkan pada layanan (services), dimana komponen-komponen peranti lunak dapat digunakan kembali (reused) dan dipadukan kembali (recombined) dengan fleksibel.
Di lingkungan arsitektur peranti lunak berbasis SOA, yang memanfaatkan berbagai mekanisme standar seperti misalnya eXtensible Markup Language (XML), komponen-komponen peranti lunak itu tampil di jaringan menawarkan services, yang kemudian dimanfaatkan aplikasi-aplikasi lainnya. Alhasil, bagi departemen TI, cara ini lebih produktif. Kini mereka bisa dengan mudah mengubah atau membangun services baru tanpa harus membongkar berbagai jenis aplikasi satu per satu.
Filosofi desain peranti SOA memaksa perusahaan untuk membuat reusable service, ketimbang membuat satu aplikasi utuh. Aspek reuse atau penggunaan kembali di dalam SOA ini berdampak pada penghematan biaya, karena para pengembang peranti lunak bisa meminimalkan kode-kode software yang berlebihan, selain waktu pengembangan software juga lebih cepat. Hal ini berarti pula perusahaan bisa lebih siap merespon perubahan kebutuhan kastamer maupun rekanan usahanya.
Alan Goldstein, managing director, divisi technology risk management dan architecture, Bank of New York mengatakan bahwa SOA memungkinkan banknya memangkas 15 sampai 20 persen biaya pengembangan dan pengujian aplikasi baru. Waktu pengembangannya pun bisa dipangkas 10 persen.
“Hal yang benar-benar diperhatikan manajemen dan para pengelola bisnis di tempat kami adalah bagaimana menyediakan fungsionalitas yang inovatif kepada kastamer secepat mungkin, bekualitas tinggi dan cost-effective,” ujar Goldstein.
Efisiensi semacam inilah yang menjadi daya tarik utama SOA. Tak heran jika tren SOA belakangan semakin merebak. Perusahaan-perusahaan utama di AS misalnya, kini semakin banyak yang merangkul teknologi SOA.
Perusahaan riset Forrester Research tahun lalu mengeluarkan prediksi bahwa lebih dari separuh perusahaan-perusahaan besar di AS akan menggunakan SOA mulai akhir tahun lalu. Sementara perusahaan-perusahaan yang sudah terlebih dulu memanfaatkan SOA, hampir 70 persennya berniat meningkatkan penggunaannya di masa depan.
Yang menarik, hampir separuh atau sekitar 46 persen perusahaan-perusahaan pengguna SOA tidak hanya melihat teknologi ini sebagai jalan untuk menghemat biaya belaka. Mereka percaya bahwa SOA pun berpotensi memberikan dampak strategis bagi perusahaannya, membantu memperluas partnership, terkoneksi ke kastamer dan suppliernya dengan lebih efektif, dan membuat layanan-layanan baru.
Meski tingkat awareness mengenai SOA di kawasan ini relatif rendah, hanya 21 persen yang paham mengenai konsep di belakang SOA, Springboard memperkirakan tahun 2007 terjadi peningkatan pengadopsian SOA yang cukup signifikan di Asia Pasifik.
Menurut hasil riset Springboard, pasar SOA di Asia Pasifik bakal tumbuh 41 persen di tahun ini, dimana pertumbuhan ini didorong berbagai inisiatif integrasi sistem berbasis SOA dan layanan-layanan konsultasi SOA.
Selain itu, menurut Springboard, peningkatan awareness mengenai SOA, yang disertai dengan meningkatnya tekanan bagi para CIO untuk mengaitkan investasi dengan manfaat bisnis dan menekan biaya pengembangan dan penggelaran aplikasi-aplikasi dan layanan-layanan baru, juga akan mendorong lebih banyak perusahaan untuk melakukan investasi pada SOA.
Riset yang dilakukan Springboard juga mengungkap bahwa dari seluruh perusahaan yang sudah menggelar SOA, mayoritas perusahaan atau sekitar 54 persen menggunakan SOA untuk mengintegrasikan aplikasi. Faktor pendorong adopsi SOA terbesar lainnya, sekitar 27 persen perusahaan memanfaatkan SOA untuk menyediakan Web services dan aplikasi-aplikasi Web. Sementara itu, sekitar 9 perusahaan menggunakan SOA untuk melakukan integrasi data di perusahaan dan 9 persen lainnya untuk menyediakan layanan yang dapat di-share ke berbagai bagian di dalam perusahaan.

SOA dan Integrasi
Peranan SOA dalam integrasi proses bisnis, bisa dalam internal perusahaan maupun antar perusahaan. Dalam internal perusahaan, penerapan SOA memungkinan unit-unit bisnis bekerja secara sinergi, dari pabrikasi hingga distribusi dapat lebih sinkron. Kerjasama antar perusahaan bukan hal yang mustahil lagi pada masa ini. Sebuah perusahaan yang membuka layanan pembelian online harus dapat mengirimkan produknya kepada customer . Untuk itu, ia harus bekerjasama dengan agen pengiriman , yang Akhirnya akan bekerja sama lagi dengan jasa penerbangan kargo . Bayangkan, jika masing-masing perusahaan itu menggunakan aplikasi yang tidak bisa saling berkomunikasi sehingga cara yang mungkin dilakukan hanyalah cara manual yang sudah pasti akan memakan waktu lama. Jika semua aplikasi yang dipakai sudah menerapkan SOA, masing-masing dapat saling berkomunikasi sehingga diperoleh hasil/respon realtime. Bayangkan juga sebuah agen perjalanan yang menyediakan jasa wisata liburan. Perusahaan ini harus bekerjasama dengan hotel dan jasa angkutan yang ada di lokasi wisata. Solusi yang umum dilakukan adalah membuat sistem integrasi untuk aplikasi yang ada. Itu berarti untuk setiap pembukaan lokasi wisata baru atau penambahan hotel baru, sistemnya harus di-setup agar dapat menyesuaikan. Proses setup ini jelas memakan waktu dan biaya yang tidak sedikit jika tidak menggunakan prinsip SOA.

Membuat Catalog of Services
Ketika sebuah perusahaan memperluas portfolio services-nya, tentunya mereka membutuhkan sebuah mekanisme untuk melacak aset peranti lunak. Untuk itu, para pengguna SOA perlu memiliki semacam catalog of services. Fungsinya mirip dengan direktori atau buku YellowPages dimana para pengembang bisa mengetahui services yang sudah ada sehingga duplikasi pun dapat terhindari.
Sejumlah vendor peranti lunak sudah merilis solusi-solusi katalog SOA ini ke pasar. Mercury Interactive Corp. misalnya sudah merilis Systinet Registry. Sementara vendor-vendor SOA lainnya seperti SOA Software Inc. dan IBM Corp. pun menawarkan solusi service registry, yang memungkinkan para pengembang peranti lunak mempublikasikan services, menyusunnya sesuai kategori dan mencari services yang diinginkan dengan mekanisme pencarian tertentu.
Bahkan, vendor SOA pun sudah menyediakan katalog yang “sudah jadi”, tinggal digunakan sesuai kebutuhan perusahaan. IBM misalnya, memiliki apa yang dinamakan sebagai IBM SOA Business Catalog. Solusi ini memungkinkan pengguna mencari informasi tentang asset SOA atau services, seperti kombinasi kode piranti lunak, intellectual property dan best practises, yang digunakan untuk menyelesaikan beragam permasalahan bisnis yang spesifik.
IBM SOA Business Catalog ini diharapkan akan memuat 3.000 asset SOA, yang mencakup lebih dari 15 industri. Katalog ini menuntun perusahaan pengguna SOA ke piranti lunak IBM atau Mitra Bisnis IBM yang sesuai, termasuk process template, web services, tools dan adapters, serta keterangan bagaimana peusahaan dengan mudah mendapatkan dan mengintegrasikan semua layanan TI ini ke dalam infrastruktur TI yang sudah ada.
IBM SOA Business Catalog ini akan terhubung dengan WebSphere Service Registry and Repository (WSRR), sehingga memungkinkan asset piranti lunak untuk dikatalogkan dan disimpan di sebuah repository.

Menguji dan Memonitor Services
Seperti pemaparan di atas, suatu service mungkin akan digunakan sekaligus oleh beberapa aplikasi. Untuk itu, pengujian mutlak diperlukan. Karena sebuah service bisa digunakan oleh beberapa aplikasi sekaligus, satu perubahan saja atau bug fix di satu service dapat menimbulkan efek beruntun. Untuk itu, perusahaan-perusahaan yang menerapkan SOA perlu memahami seluruh ketergantungan services dan aplikasi-aplikasi yang menggunakannya.
Setelah itu, ketika sebuah service sudah go live pun perusahaan tetap perlu memantau performanya. Tata kelola saat run-time pun diperlukan. Nah, di sinilah perusahaan memerlukan bantuan peranti lunak services-management. Solusi ini memonitor services setelah selesai dirancang, diujicoba dan digelar.
Menurut Redshaw dari Motorola, perilaku services ini berbeda dengan program-program aplikasi tradisional, sehingga cara mengelolanya pun berbeda. Sebuah peranti services-management misalnya, memperhatikan faktor ketergantungan antara services yang digunakan kembali. Perubahan pada satu services akan mempengaruhi setiap aplikasi yang memanfaatkannya. Produk services-management secara otomatis menemukan interdependensi di antara services ini.

Kolaborasi TI dan Bisnis
Agar kolaborasi TI – bisnis ini berjalan lancar, sejumlah perusahaan melakukan pendekatan yang berbeda-beda. Thompson Learning misalnya membentuk semacam dewan yang terdiri dari para chief technology officer (CTO) dari masing-masing unit bisnis grup perusahaan. Mereka rutin melakukan pertemuan untuk membuat dan memperbaiki strategi teknologinya berdasarkan strategi masing-masing unit bisnis.
“Dengan cara ini, kami memastikan bahwa strategi teknologi kami sudah sejalan dengan strategi bisnisnya. Sedangkan dari sisi pengembangan peranti lunak, kami pun bisa memastikan bahwa kami memanfaatkan services yang sudah ada dan membuat servicesservices itu,” ujar Ray Lowrey, senior vice president dan CTO di Thomson Learning. sedemikian rupa sehingga memungkinkan penggunaan kembali (reuse)
Agar implementasi SOA bisa diterima semua pihak, edukasi para stakeholder pun sangat diperlukan. Perusahaan perlu mengedukasi baik sisi teknologi maupun bisnis perusahaan. Edukasi semacam ini diharapkan juga akan memicu dialog antara kedua pihak, yang nantinya diharapkan juga akan menguak nilai positif SOA dengan lebih cepat.
Hubungan antara bisnis dan teknologi yang lebih dekat akan meningkatkan kemungkinan departemen TI bisa memberikan apa yang diinginkan para pengelola bisnis.

Sources : www.ebizzasia.com

Rabu, 02 April 2008

Referensi Nyari No Handphone yang cantik

dear GSM and CDMA user...



aku ada saran buat kalian nie yang mau nyari no Hp buat di pake sendiri atau untuk

usaha yang mudah buat di inget...

bagi temen temen yang ada di jogja kamu semua bisa pergi ke jalan affandi/jalan gejayan, disana ada sebuah toko namanya "NO CANTIK.COM"

Toko ini menjual berbagai macam starter pack no cantik buat usaha dan buat di pakai sendiri

bagi kamu pemakai jaringan gsm dan cdma dapat pergi kesana untuk lihat nomer nomer yang kalian suka...



ya yang punya usaha ya mudah mudahan bisa gampang diinget no telp usahanya, sehingga km dapet order yang bisa lebih banyak lg...



yang mau pakai sendiri ya biar mudah di inget temen temen no nya



katanya sich "china mith" nomor ngaruh lho ama hokky kita...

www.nocantik.com

1000 jalan menuju singapore, malaysia & they kuliner

dear fren...
ada beberapa jalan yang langsung menghubungkan indonesia dengan sigapore n malaysia tanpa
menggunakan pesawat terbang, terutama kepada temen-temen yang rumahnya aga jauh dari daerah ini dan ingin ke singapore.
saya ada beberapa saran jika temen-temen ga dapat tiket pesawat murah kesana, temen temen bisa lewat batam atau tanjungpinang (kepri) ini merupakan daerah yang berbatasan langsung dengan negara tetangga kita singapore dan malaysia.
abaout ticket,,ga usah takut,,sesuai decch dengan saku temen-temen yang ingin melancong ke negeri jiran ini.
cara nya : kamu terbang ke batam terus ke tempat ferry penyebrangan internasional di batam.
tepatnya di batam center, price pulang pergi batam-sing :Rp. +_ 100.000,- dari tanjung pinang Rp 220.000,
km bisa makan dan jalan jalan disana
enjoy your vacation....
selamat mencoba dan melancong.

ManfAat KeJu



Manfaat Keju Sesuai Jenisnya

Per 50 gram saji
KEJU PROCESSED(RENDAH LEMAK, 2 IRIS) 103 kalori, 5,3 gr lemak (3,3 lemak jenuh),11,9 gr protein, 0,2 gr garam.
Pilihan tepat yang rendah kandungan lemaknya disbanding jenis keju lainnya. Namun soal citarasa, keju ini terasa kurang mantap. BAIK UNTUK: Menurunkan berat badan
KEJU MOZZARELLA140 kalori,10,8 gr lemak (6,6 gr lemak jenuh), 9,7 gr protein, 0,05 gr garam.
Selain citarasanya kurang'nendang', tekstur keju ini lebih lembut dibanding jenis keju lainnya. Kesalahan yang banyak terjadi, mozzarella kerap dipilih oleh mereka yang ingin menurunkan ukuran ikat pinggang sebagai asupan 'unggulan' dari beragam produk susu. Padahal, sebenarnya keju ini mengandung banyak lemak. Namun jangan khawatir, kini Anda bisa mendapatkan versi rendah lemaknya. Asal tabu saja, fosfor yang dikandung mozzarella membantu Anda jadi lebih berotot. BAIK UNTUK: Otot.
KEJU COTTAGE51 kalori, 2,3 gr lemak (1,4 gr lemak jenuh), 6,2 gr protein, 0,03 gr garam.
Wujudnya yang lembek memang tidak begitu menarik, tapi dibanding keju keju bertekstur keras, kandungan lemak keju ini jauh lebih sedikit. Keju ini kaya kandungan zat seng -elemen yang akan mendongkrak ereksi Anda. Namun sayang, hanya mengandung sepersepuluh dari kalsium yang dimiliki keju-keju bertekstur keras. BAIK UNTUK; Seks.
KEJU CHEDDAR200 kalori, 16,5 gr lemak (10,5 gr lemak jenuh), 12,5 gr protein, 0,2 gr garam.
Keju cheddar yang penuh lemak memang tinggi kandungan lemak jenuhnya. Tapi Anda juga perlu mengetahui, 50 gram makanan ini menyodorkan kalsium -nutrisi penguat tulang—sebanyak separuh dari kebutuhan harian Anda, plus setumpuk protein dan timbunan vitamin D. BAIK UNTUK: Energi.
Dikutip dari majalah Men’s Health

Sejarah Keju

Keju (diambil dari bahasa Portugis queijo) adalah makanan padat yang dibuat dari susu sapi, kambing, domba, dan mamalia lainnya. Keju dibentuk dari susu dengan menghilangkan kandungan airnya dengan menggunakan kombinasi rennet dan pengasaman. Bakteri juga digunakan pada pengasaman susu untuk menambahkan tekstur dan rasa pada keju. Pembuatan keju tertentu juga menggunakan jamur.
Ada ratusan jenis keju yang diproduksi di seluruh dunia. Keju memiliki gaya dan rasa yang berbeda-beda, tergantung susu yang digunakan, jenis bakteri atau jamur yang dipakai, serta lama fermentasi atau penuaan. Faktor lain misalnya jenis makanan yang dikonsumsi oleh mamalia penghasil susu dan proses pemanasan susu.
Keju berharga karena umurnya yang tahan lama, serta kandungan lemak, protein, kalsium, and fosforusnya yang tinggi. Keju lebih mudah kecil dan lebih tahan lama dari susu.

Asal usul
Keju sudah diproduksi sejak jaman prasejarah. Tidak ada bukti pasti dimana pembuatan keju pertama kali dilakukan, di Eropa, Asia Tengah, maupun Timur Tengah, tetapi praktek pembuatan keju menyebar ke Eropa sebelum jaman Romawi Kuno, dan penurut Pliny, pembuatan keju telah menjadi usaha yang terkoordinasi pada masa Kekaisaran Romawi.
Perkiraan awal adanya pembuatan keju adalah antara 8000 SM (ketika domba mulai diternakkan) sampai 3000 SM. Pembuat keju pertama diperkirakan adalah manusia di Timur Tengah atau suku-suku nomaden di Asia Tengah. Bukti arkeologis pertama tentang pembuatan keju ditemukan pada mural di makam Mesir Kuno, yang dibuat pada 2000 SM.[1]